headerphoto

WORKSHOP PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI

Jum`at, 22 Maret 2013 17:37:19 - oleh : smk

Gambar atas : Kasi Pendidikan SMK Hadi Waulat (kanan) memberi sambutan di dampingi Edi Sugiarto Direktur Eksekutif PKBI Provinsi DKI Jakarta (kiri). Gambar bawah : Suasana Workshop sesaat setelah dibuka (hw)

Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Timur berkerjasama dengan Centra Mitra Muda (CMM) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi DKI Jakarta mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Panduan bersama Kurikulum Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi guru SMA dan SMK di Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang guru dan siswa dari SMA Negeri 36, SMK Negeri 50 dan SMK Muara Indonesia, dibuka hari ini oleh Kepala Seksi Pendidikan SMK Hadi Waulat yang mewakili Kepala Sudin Dikmen Kota Administrasi Jakarta Timur. Workshop akan berlangsung sampai 24 Maret di Hotel Green Sikuit Sentul Bogor.

Dalam laporannya Direktur Eksekutif PKBI Provinsi DKI Jakarta Edi Sugiarto mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun silabus dan kurikulum pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi untuk diajarkan di sekolah-sekolah. Disamping itu sekaligus menyepakati materi atau bahan ajar pendidikan kesehatan dan reproduksi sehingga menjadi acuan bagi guru untuk mengajarkan kepada para siswa. Out put dari workshop ini adalah tersusunnya draf silabus kurikulum  pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi di sekolah.

Kepala Seksi Pendidikan SMK Sudin Dikmen Kota Administrasi Jakarta Timur dalam sambutannya mengatakan ada 4 faktor yang sangat dominan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di sekolah. Keemapt faktor itu antara lain : guru, siswa, kurikulum dan sarana prasarana. Dalam kaitrannya dengan kegiatan workshop ini lanjut Hadi Waulat guru menjadi faktor penting dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa. Oleh karena itu guru memanfaatkan momen penyusunan kurikulum pendidikan kesehatan dan reproduksi ini sebagai bagian dan tanggung jawabnya sehingga menjadi bahan ajar yang dapat disampaikan kepada sekolah lain untuk mengajarkan kepada para peserta didik, sehingga siswa dapat memahami tentang pendidikan kesehatan dan repproduksi itu. Mengingat peserta kegiatan ini hanya 3 sekolah, Hadi Waulat berharap, agar silabus dan kurikulum Pendidikan Kesehatan dan Reproduksi ini dapat di desiminasikan kepada sekolah-sekolah lain di wilayah Jakarta Timur khususnya dan di DKI Jakarta umumnya. (hw)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kurikulum" Lainnya